Gresik || SUARAGIRIPOST.COM–
Di tengah pesatnya perkembangan dunia pendidikan modern, keberadaan lembaga pendidikan yang mampu menyeimbangkan antara ilmu pengetahuan umum dan pendalaman karakter religius menjadi dambaan setiap orang tua. Salah satunya adalah KB TK SD Plus Nurul Huda, yang kini resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2026.
​Lembaga pendidikan ini hadir dengan keunggulan spesifik, yakni penerapan Metode Qiroati yang terintegrasi dalam kurikulumnya. Fokus utama sekolah ini terletak pada pembekalan nilai-nilai agama yang mencapai bobot 90%, sementara 10% sisanya dialokasikan untuk pelajaran umum guna memastikan siswa tetap memiliki daya saing intelektual secara nasional.
​Dukungan Penuh dari Tokoh Pers Nasional
​Menanggapi geliat pendaftaran ini, Gus Aulia, SE., SH., MM., M.Ph, selaku Ketua Presidium DPP Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), memberikan pernyataan resmi. Beliau membenarkan sekaligus merekomendasikan lembaga tersebut bagi masyarakat yang memprioritaskan pendidikan akhlak bagi putra-putrinya.
​”Sekolah ini memang sangat kami rekomendasikan bagi para orang tua yang ingin putra-putrinya memiliki pondasi agama yang kuat sejak dini. Tenaga pendidiknya pun tidak sembarangan; mereka adalah sosok-sosok kompeten yang ahli di bidangnya, terutama dalam pengajaran ngaji dengan metode Qiroati,” ujar Gus Aulia dalam keterangan persnya.
​Beliau juga menambahkan bahwa konsep pendidikan yang menitikberatkan pada aspek religius tanpa meninggalkan pelajaran umum adalah solusi tepat untuk mencetak generasi yang cerdas secara akal namun tetap memiliki adab yang luhur.
​Informasi Pendaftaran (SPMB 2026)
​Bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan putra-putrinya, berikut adalah rincian pendaftaran yang perlu diperhatikan:
​Jadwal Pendaftaran: 1 Mei – 30 Juni 2026
​Syarat Administrasi:
​Mengisi Formulir Pendaftaran
​Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
​Fotokopi Akte Kelahiran
​Kontak Informasi: Bu Ima (081334865951)
​Kehadiran KB TK SD Plus Nurul Huda diharapkan mampu menjadi oase di tengah tantangan degradasi moral di era digital, dengan mencetak lulusan yang tidak hanya mahir membaca Al-Qur’an secara fasih, tetapi juga memiliki integritas pribadi yang baik.
Aa Jatim/ Redaksi
