
GRESIK || SUARAGIRIPOST.COM–
Dunia maya dan masyarakat Kabupaten Gresik kembali digemparkan dengan kabar hilangnya seorang anak di bawah umur. Berdasarkan laporan yang diterima redaksi dari pihak keluarga dan relawan, seorang bocah laki-laki dilaporkan belum kembali ke rumah sejak Rabu malam.
​Kronologi Kejadian
​Hasil dihimpun oleh tim di lapangan, korban diketahui bernama Adhimas Rasya Athaya (9 thn). Peristiwa ini bermula pada Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Korban diketahui meninggalkan kediamannya di kawasan Gempolkurung, Gresik, saat kondisi rumah sedang kosong.
​Berdasarkan keterangan orang tua korban, Febrianti, Rasya pergi meninggalkan rumah dengan mengendarai sepeda angin warna hitam dan membawa tas ransel berwarna hitam. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui pasti arah tujuan korban saat meninggalkan rumah.
​Ciri-Ciri Korban
​Bagi masyarakat yang melihat atau menemukan anak dengan ciri-ciri di bawah ini, diharapkan segera melapor:
• ​Nama: Adhimas Rasya Athaya
• ​Usia: 9 Tahun
• ​Tinggi Badan: ± 130 cm
• ​Perawakan: Kurus
• ​Rambut: Pendek dan Lurus
• ​Warna Kulit: Sawo Matang
​Upaya Pencarian dan Koordinasi Aparat
​Keluarga korban bersama warga telah melakukan penyisiran intensif di sekitar kawasan Menganti dan wilayah hukum sekitarnya, namun hasilnya masih nihil. Kasus kehilangan ini juga telah resmi dilaporkan ke Mapolsek Menganti guna penanganan lebih lanjut.
​Sebagai bentuk kontrol sosial dan kemanusiaan, jajaran redaksi mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah Gresik dan Surabaya, untuk turut serta membantu memantau keberadaan korban.
​”Kecilkan harapan keluarga dengan informasi Anda. Mari kita kedepankan empati dan fokus pada upaya pencarian agar Rasya dapat segera berkumpul kembali dengan keluarga.”
​Jika Anda melihat atau memiliki informasi terkait keberadaan Rasya, silakan hubungi kontak darurat atau pihak kepolisian terdekat:
• ​WhatsApp/Telp: +62 899-0491-384
• ​Hotline Gatekeeper: WhatsApp Redaksi 0822-5758-7374
​Tim Investigasi
(Sesuai kode etik jurnalistik ramah anak, informasi dan foto akan kami hapus segera setelah korban ditemukan).
